biografi ayip rizal
Bola Voli

Biografi Ayip Rizal

Biografi Ayip Rizal -Di waktu siang dengan matahari yang begitu bersinar tepat berada di atas kepala. Membuat banyak orang yang kepanasan dengan terik matahari. Walaupun seperti itu, Ayip Rizal seorang polisi yang juga memiliki prestasi yang luar biasa di olahraga bola voli masih tampak segar.

Ayip Rizal adalah seorang polisi yang telah berhasil membawa tim nasional bola voli indonesia menuju ke babak Internasional. ia sering kerap di sapa genter yang artinya  galah. Karena ia memiliki badan yang tegap dan matanya juga cukup tajam.

Posisi Ayip yang sekarang dengan empat sampai sepuluh tahun yang lalu, ia tidak seperti itu. Dengan sorot mata yang begitu tajam, saat ketinggian matahari berada di atas kepala, akan sulit menemukan Ayip di waktu tersebut.

Pada jam-jam siang, di masa mudanya Ayip seorang pria dengan usia 29 tahun. Ia selalu meghabiskan waktu siangnya di tempat tidur sambil rebahan. Bahkan matanya sering terpejam dengan hanya menggunakan celana kolor dan kaus.

Maka saat ia di wawancarai oleh salah seorang wartawan. ia berkata ‘ itu salah satu kebiasaan hidup saya yang mencolok saat sebelum menjadi pemain bola voli dan menjadi polisi. Berbeda dengan kehidupan sekarang yang sudah menjadi polisi ‘.

Biografi Ayip Rizal

Dalam biografi, Ayip bergabung dalam kepolisian sejak tahun 2010. Pangkat yang di miliki oleh Ayip Rizal adalah inspekstur polisi satu [ iptu ]. Ia adalah seorang pria yang lahir di Banjarmasin. Ia sekarang berdinas di Direktorat lalu lintas [ Ditlantas ] Polda Jawa Timur.

Karena posisi Ayip dalam kepolisian sudah menjadi perwira. Kini ia harus selalu terjaga karena diwaktu tersebut ia harus berdinas. Dan tentunya ia harus menggunakan pakaian resmi sebagai polisi atau menggunakan pakaian resmi layaknya polisi pada umumnya.

Biografi Ayip Sebagai Pemain Bola Voli

 

Biografi Ayip Rizal
Sumber : Simomot.com

Sebelum orang-orang mengenal Ayip menjadi Polisi, ia lebih terkenal dahulu menjadi seorang pemain bola voli profesional. Ia begitu dekat dengan permainan bola voli bersama teman-temanya.

Bahkan, walapun Ayip sudah dilantik menjadi polisi dan sampai sekarang, kebiasaan hobinya menjadi pemain bola voli tidak bisa dipisahkan.

Ayip adalah suami dari Elsa Permata Sakti yang masih tercatat sampai sekarang sebagai kapten tim nasional [ timnas ] bola voli indonesia.

Ia adalah kandidat terkuat dalam olahraga bola voli yang disarankan untuk bermain menjadi pemain timnas proyeksi SEA Games 2015 di Singapura.

Dalam olahraga bola voli, Ayip memiliki banyak prestasi dari hasil cemerlang dalam beberapa kejuaraan nasional ataupun internaasional.

Pemain dengan tinggi 193 cm adalah pemain Samator Surabaya yang pernah mencicipi podium juara dua kali. Pada SEA Games tahun 2007 dan 2009 juga Ayip Mengantrakan Indoensia mendapatkan medali emas dua kali.

Pada tahun 2009 Ayip yang mendapatkan juara dalam bermain bola voli, kerapa di obatkan menjadi pemain bola voli terbaik Asia Tenggara.

Prestasi yang didapatkannya itu membuat sejumlah negara menawarankan kontrak dengannya. Salah satunya adaah klub Vietnam.

Ayip pernah berkata “sebagai pemain bola voli, saya sering ditawari kontrak oleh beberpa negara, sampai sekarang juga saya ditawari masuk klub Thailand dan turki. Dua klub tersebut tentu menawarkan bayaran yang begitu besar. Akan tetapi, saya memutuskan untuk tidak mengambilnya dan ingin tetap di Indonesia”.

Biografi Ayip Rizal di Karir Keduanya

Biografi ayip rizal
Sumber : bola.com

Dalam biografi Ayio RIzal, walaupun ia sudah menjadi polisi ia menyadari akan bakatnya sendiri yang menjadi pemain all round dalam bola voli. Ia tidak bisa meninggalkan permainan tersebut karena kecintaannya pada permainan itu.

Selain menjadi pemain bola voli, ia juga selalu memaksimalkan diri pada karir kedua yang sedang digelutinya tersebut, yaitu menjadi polisi profesional.

Dengan karir keduanya tersebut, Ayip belum pernah menduduki kursi penting dalam kepolisian. Baik pada saat itu tingkat kepolisian sektor [ Polsek ] ataupun kepolisian resor[ polres ] sesuai dengan pangkat yang diembannya.

Oleh karena itu, selain ia sukses dalam olahraga bola voli yang menjadikannya prestasi di ASIA, ia juga ingin sukses dalam karir keduanya tersebut. sehingga bisa menduduki kursi penting dalam kepolisian.

Pada tahun 2010 selepas Ayip lulus jenjang pedidikan sekolah perwira [ sepa ], ia ditugaskan di posisi perwira pertama [ pama ] di agian SDM Mabes Polri.

Pada bukan Agustus tahun 2014, seorang penonton ini juga masih ditepampatkan di bagian pama di Ditlantas Polda Jawa Timur.

Walaupun posisinya tetap di Pama, Ayip tidak bisa menolak keputusan tersebut. karena memang itu adlaah keputusan pimpinannya.

Ayip pernah berkata “walaupun saya menerima keutusan pimpinan tentang pangkat saya dalam kepolisian, akan tetapi tentu saja saya ingin berkarir dalam dunia polisi sebaik-baiknya.

Artinya saya ingin diberi jabatan penting sebagai kepercayaan dari pimpinan saya bahwa saya benar-benar bersungguh-sungguh dalam karir polisi ini”.

Agar karir dlaam dunia polisinya membaik dan mendapatkan kepercayaan dari atasan, maka Ayip  mulai mengurangi waktu intensitasnya dalam bermain bola voli. Oleh karena itu, saat ia ditawari main di luar negeri ia langsung menolaknya.

Walaupun seperti itu, Ayip bukan berarti mundur sebagai pemain bola voli. Karena hobi yang dimilikinya tersbeut, mengantarkan ia mnuju jalan kesuksesan. Dana pada SEA Games 2015, ia tampil di Proliga membela negara tercintanya, Indonesia.

Fokus di Kepolisian

“Karir SEA Games yang diikuti saya dalam Proliga 2015 adalah karir terakhir dalam pertandingan. Setelah itu, saya hanya akan bermain bola voli dari balik lapangan dan akan fokus mengejar karir kepolisian” Ujarnya.

Saat ia fokus dalam karir kepolisian, bukan hanya intenasitas voli yang ia korbankan, akan tetapi ia juga tekun belajar semua hal tentang kepolisian.

Ia belajar dengan tekut, mempelajari segala hal yang berkaitan dengan masyarakat “sudah empat tahun saya berada di kepolisian, akan tetapi akademi kepolisian adlaah suatu hal yang baru bagi saya. Oleh karena itu, saya berusaha menguasai tentang kepolisian” katanya.

Contohnya, pada saat hari rabu, Ayip sedang duduk di meja tempatnya dan sengaja mencermati berkas yang ada di meja tersebut.

Berkas yang sedang diamatinya tersebut adalah berkas tentang lalu lintas. Seperti pengurusan SIM dan STNK, ada juga masalah kecelakaan, dan juga berkas-berkas yang berkaitan dengan rekayasa lalu lintas.

Ayip yang duduk di kursinya itu begitu serius dalam membaca berkas-berkas yang ada di mejanya. Ia adalah seorang pria dengan kelahiran 15 September begitu antusian dengan keingintahuannya tentang lalu lintas.

Hal tersebut dilakukan olehnya untuk mendapatkan karir yang lebih baik di kepolisian dan ia berharap bisa memimpin unit-unit lalu lintas suatu saat nanti.

Biografi Ayip Rizal Saat di Keplosian

Selain membaca berkas-berkas yang berkaitan dengan kepolisian, Ayip juga sering bertanya kepada anggota kepolisian yang ada di kantor guna untuk menambah wawasan ilmu.

Ia bertanya kepada anggota polisi yang berpangkat tinggi atau yang berpangkat rendah. Ia tidak memperdulikan pangkat yang dimiliki oleh anggota tersebut. karena tujuan ia bertanya kepada mereka adalah untuk mendapatkan ilmu yang belum ia ketahui.

Ayip juga megikuti jalur pendidikan resmi yang diadakan Mabes Polri. Dan ia juga mengikuti pelatihan lalu lintas yang disediakan oleh Pusdiklantas Serpong, Tangerang.

Ayip Berkata “saat saya menjadi pemain bola voli, saya selalu memaksimalkan latihan voli tersebut agar saya dapat meguasai segala gerak-gerik dan dasar-dasar dalam permainan bola voli.

Begitupun saat saya menjadi polisi. Karena ini adalah propesi saya sekarang, maka saya harus memaksimalkan latihan kepolisian ini agar bisa  bermanfaat bagi masyarakat dengan status yang saya emban sekarang.”

Senangnya Menjadi Polisi

Ayip pernah menyatakan kepada publik bahwa ia sangat senang menjadi bagian dari keluarga besar kepolisian. Sejak dulu ia terkesan kepada polisi. Sehingga ia menginginkan jadi polisi.

Ayip juga pernah bilang bahwa para personal korps Bhayangkara memiliki peran penting di masyarakat untuk memberikan keamanan dan kenyamanan sebagai salah satu fasilitas negara.

Para personal korps Bhayangkara adalah orang-orang yang berjasa di bidang keamanan, memberikan kelancaran dalam arus lalu lintas, dan juga memberikan ketertiban di masyarakat.

“Sebelumnya saya memiliki cita-cita ingin menjadi seorang pilot, akan tetapi melihat ketertiban dan kelancaran di masyarakat membuat saya ingin menjadi seorang polisi. Bayangkan saja kalau seandainya semua polisi libur pada hari itu. Apakah lalu lintas akan masih aman atua tidak?” ujar Ayip.

Pernyataan diatas membuktikan bahwa Ayip ingin menjadi seorang polisi profesional seperti sebelumnya ia memiliki prestasi yang gemilang saat menjadi pemain bola voli.

Ia tidak ingin menjadi polisi biasa. Dulu saat menjadi pemain voli, ia bercita-cita ingin menjadi pemain bola voli terbaik. Dan sekarang saat ia menjadi polisi, iapun inin menjadi polisi terbaik.

Hikmah Bermain Bola Voli

Pembahasa terakhir yang menyangkut biografi pemain bola voli profesioan ini adalah hikmahkehidupan Ayip Rizal. Salah satu modal terbaik yang dimilikinys adalah saat ia menjadi kapten di olahraga bola voli. Menjadi pemimpin ini adalah salah satu modal Ayip untuk memimpin di bidang yang lainnya.

Pengalamannya dalam bermain bola voli, ia praktekkan saat menjadi polisi. Ia tidak pernah menyrah dan terus belajar. Sampai apa yang diinginkannya tercapai.

Saat sekarang posisinya sebagai polisi, Ayip mengutarakan perasaannya  bahwa kebanggaan-kebanggan kecil sudah mulai tumbuh dikehidupannya.

Salah satu contoh kecil yang ia dapatkan adalah saat ia sedang berdina tiba-tiba dirinya diajak photo oleh masyarakat setempat. Ia diajak photo saat nge-pam arus mudik dan balik lebran 2015 di Cirebon-Indramayu selam kurang lebih 12 hari.

Selama rentang waktu tersebut,  banyak para pemudik yang mengenali dirinya untuk mengajaknya berphoto saat ia sedang berjaga di pos atau di pinggir jalan.

Saat penggemar atau fansnya Ayip melihat Atyip yang sedang berpakaian polisi, mereka langsung mengehntikan laju kendaraan mereka dan langsung mengajaknya berphoto.

Dengan kejadian tersebut, Ayip merasa senang dengan masyrakat yang mengajaknya berphoto. Karena ia adalah pemain bola voli terbaik, maka sudah puluhan bahkan ratusan kali diajak berphoto saat sudah menjadi polisi.

itulah dia artikel tentang biografi Ayip Rizal, seorang pemain bola voli Profesional yang pernah membanggakan Indonesia di kanca Dunia.

 

 

 

Latest posts by Yusup Susanto (see all)

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *