komponen diac
Komponen Elektro

Komponen DIAC

DIAC atau Diode Alternating Current adalah salah satu komponen elektronika yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Diac adalah komponen yang memiliki dua terminal dan  kedua terminal tersebut dapat menghantarkan arus listrik.

Komponen DIAC dapat menghantarkan arus listrik dari dua arah ketika tegangannya telah melampaui batas breakover.

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa diac adalah anggota komponen thyristor. Akan tetapi, thyristor tidak bisa menghantarkan listrik dua arah.

Sedangkan diac dapat menghantarkan listrik dari dua arah yang sering disebut dengan bidirectional thyristor.

Diac banyak dipakai di dalam kehidupan kita sehari-hari. Salah satu pemakaian diac adalah pada rangkaian lampu dimmer dan rangkaian starter lampu neon.

Kegunaan komponen diac itu banyak, contohnya sebagai salah satu pemicu  atau pembantu Riac pada rangkaian AC Switch.

Cara kerja Komponen Diac

Sebagaimana yang telah saya bahas diatas, bahwa DIAC bisa menghantarkan arus listrik dari dua arah jika tegangannya telah melebihi batas breakover.

Jadi, DIAC itu ibaratkan seperti sebuah dioda yang dipasang secara paralel dengan arah yang berlawanan seperti rangkaian ekuivalen.

Apabila DIAC diberikan tegangan yang bermuatan positif yang tegangan tersebut melebihi breakover DIAC, maka dioda yang berada di sebelah kanan akan menghantarkan listrik.

Sebaliknya apabila tegangan yang memiliki polaritas diberikan kepada diac,dan tegangan yang diberikannya bermuatan positif maka dioda yang sebelah kiri akan menghantarkan arus listrik jika melebihi tegangan breakover DIAC.

DIAC akan terus menghantarkan arus listrik setelah dinyalakan atau di jadikan kondisi ON.

DIAC akan berhenti apabila diberi tegangan nol atau di kurangi tegangannya sampai no atau hubungan pemberian listriknya di putus.

Simbol dan Struktur Komponen DIAC

fungsi triac dan diac
sumber : circuitdigest.com

Kalau kita memperhatikan komponen diac, maka kita akan mendapati DIAC yang terdiri dari 3 lapis semikonduktor yang susunan hampir mirip dengan transistor PNP.

Perbedaan antara diac dengan transistor PNP adalah Diac memiliki lapisan N yang begitu tebal sehingga elektron susah menembus N-nya Diac.

Elektron bisa saja menembus N-nya DIAC saat tegangan yang diberikan melebihi batas breakovernya DIAC.

Sebaliknya, transistor PNP memiliki lapisan N yang tipis. Sehingga elektron dengan mudah menembus N-nya Transistor. Mungkin transistor PNP bisa menjadi pengganti diac.

Dan memang N yang dibuat untuk DIAC dan Transistor difungsikan seperti itu. Pembuatan N pada kedua komponen tersebut di dasari atas kebutuhan pasar.  

Ketika DIAC diberikan kelebihan tegangan yang melampaui ambang batas breakover, maka DIAC akan lebih mudah menghantarkan arus listrik dari arah yang bersangkutan.

Lambang DIAC yang biasa digunakan di pasar adalah

  1.  A1 [anoda 1] dan A2[anoda 2]
  2.  MT1[ Main Terminal 1] dan MT2 [ Main Terminal 2].

Penerapan Komponen DIAC

Penerapan DIAC biasanya disatukan secara seri dengan komponen RIAC. Akibat dari perbedaan kedua bagian perangkat, DIAC akhirnya dipakai bersama RIAC untuk membuat komponen ini menyala secara simetris.

Perangkat yang kurang simetris menyala dan menghasilkan harmonik adalah keinginan prinsip kerja dari DIAC dan RIAC.

Karena umumnya setiap komponen tidak diinginkan untuk memiliki tingkat harmonik yang lebih tinggi dalam sebuah sistem tenaga listrik.

Aplikasi utama penggunakan DIAC adalah sebagai berikut

  • Untuk mengontrol kecepatan Motor Universal,
  • Digunakan dalam rangkaian kontrol panas
  • Dipakai dalam rangkaian lampu dimmer.

Kontrol Fasa DIAC AC

prinsip kerja diac
sumber : electronics-tutorials.ws

Ketika pada awal siklus tegangan suplay AC meningkat,kapasitor C dibebankan pada sebuah kombinasi resistor seri yang tetap.

Tegangan dan VR1 serta potensiometer dan R1 pada platnya akan terus meningkat.

Ketika tegangan breakout telah mencapai pada pengisian yang maksimal, yaitu sekitar 30V untuk ST2, maka DIAC akan mengalami kerusakan dan kapasitor akan keluar melalui DIAC tersebut.

Pembuangan kapasitor tersebut akan menghasilkan arus pulsa secara tiba-tiba yang nantinya akan menembakan triac menuju ke konduksi.

Sudut fasa dapat bervariasi dengan menggunakan VR1  dimana sudut tersebut bisa memicu triac.

Ketika VR1 minimum, maka sudut fasa dapat mengontrol laju pengisian resistor, kapasitor dan R1 yang membatasi arus gerbang ke nilai aman.

Arus beban yang mengalir melalui triac akan dipertahankan dalam keadaan ON setelah triac ditembakan ke konduksi.

Sementara untuk tegangan yang melintasi resistor-kapasitor akan dibatasi oleh tegangan ON triac. Dan kondisi ini sampai akhir akan dipertahakan seperti itu dari setengah siklus arus AC.

Dan pada akhir setengah siklus, untuk mengurangi arus yang melalui triac di bawah arus holding, tegangan suplay diturunkan menjadi ke nol.

Ketika kondisi sudah seperti itu, maka I akan kembali menjadi OFF dan DIAC akan berhenti berkonduksi.

Kemudian setengah siklus selanjutnya akan dimasuki oleh supply dan tegangan kapasitor kembali lagi naik.

Hanya saja teganganya berada pada arah berlawanan dan siklus akan menembakan triac berulang kali.

Nah itulah dia pembahasan mengenai DIAC, baik dari pengertiannya, fungsinya, simbol dan karakternya bahkan dalam pemakaiannya.

Mudah-mudahan artikel ini memberikan manfaat yang luar biasa dan menjadi tambahan ilmu. Apabila ada kritikan mengenai materi diatas silahkan komen di bawah ini.

Latest posts by Yusup Susanto (see all)

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *