macam macam formasi bola voli, bola voli
Bola Voli

Macam-Macam Formasi Bola Voli

Macam-macam formasi bola voli – Permainan bola voli adalah permainan yang dimainkan oleh dua regu yang dimana tiap-tiap regu memiliki 6 pemain. 6 pemain ini akan berperan di lapangan sebagai libero, spike, tosser dan defender.

Permainan ini akan semakin seru ketika pemain dari dua regu memiliki permainan yang baik dan bagus.

Permainan yang bagus akan membuat dua regu saling menyerang dan bertahan satu sama lain. Dengan kata lain, mereka akan bermain sebaik mungkin untuk memenangkan pertandingan tersebut.

Formasi Dalam Permainan Bola Voli

macam macam formasi bola voli
Sumber : pastiguna.com

Dalam permainan boal voli ada tiga formasi standar yang bisa kita terapkan. Macam-macam formasi tersebut antara lain 5-1, 6-2, dan 4-2. Kalau formasi 4-4-2 adalah formasi sepak bola. Hehe.

Bagi tim pemula, yang biasa mereka gunakan untuk bermain adalah formasi 4-2. Lalu kalau seandainya sudah masuk kategori profesional, biasanya menggunakan formasi 5-1.

Sedangkan formasi 6-2 adalah formasi pemain yang merangkap menjadi tosser dan semuanya menjadi spiker. Kalau kita yang mana ? yah terserah anda. Heuheu.

Posisi Pemain Bola Voli

Sebelum jauh membahas formasi pertahanan, penyerangan, dan bertahan ketika menerima service permainan bola voli. Mari kita bahas terlebih dahulu posisi pemain bola voli di lapangan.

Posisi ini sangat penting bagi kita untuk mengetahuinya. Agar kita bisa menerapkan formasi yang akan di bahas di bawah. Inilah dia posisi-posisi pemain bola voli.

1. Defender

Salah satu tugas pemain yang menerima serangan dari tim lawan adalah Defender. Apapun serangan yang dilontarkan dari pihak musuh. Maka defender harus benar-benar siap menahan bola tersebut.

Ketika bola tersebut bisa diamankan oleh pemain defender. Maka pihak musuh tidak jadi mendapatkan poin dari serang tersebut. Dan kalau seandainya bola tersebut masih melambung, maka kita bisa menyerang balik.

2. Libero

Pada permainan bola voli, yang ditugaskan untuk bertahan adalah libero. Libero bertugas menahan pukulan bola dari  lawan. Salah satu pemain yang bebas keluar masuk lapangan adalah libero.

Akan tetapi, posisi pemain yang menjadi libero dilarang melakukan smash kepada lawan. Jika libero ingin mendapatka poin, maka yang bisa dilakukan olehnya adalah melakukan passing kepada pihak lawan.

3. Spiker [ Smash ]

Pemain spiker bertugas untuk memukul bola secara keras ke pihak lawan agar bola yang di smash benar-benar jatuh ke tanah.

Pemain yang berada di posisi ini biasanya sering mendapatkan poin atau memasukan bola ke area lawan.

Keberhasilan bagi seorang spike adalah ketika ia memukul bola dengan keras, ia harus memukul bola ke area lapangan musuh yang tidak ada pemainnya. Agar bola yang di pukul bisa langsung masuk.

Artinya, pemain spike harus pandai mencari peluang saat ia melakukan smash. Karena spike bisa mengantarkan tim menuju kemenangan.

4. Set Upper atau Tosser

Tugas pemain tosser adalah mengoper bola yang ia dapat kepada pemain yang ada di timnya. Jangan sampai mengoper bola kepada pihak musuh, hehe.

Selain tugasnya memberikan atau mengoper bola kepada rekan timnya, ia juga ditugaskan untuk mengatur jalannya tim tersebut.  seperti contohnya, kapan ia harus menyerang dan kapan ia harus bertahan.

Formasi Pertahanan Bola Voli

Ketika suatu tim bisa mempertahankan bola dari serangan musuh. Maka tim ini memiliki kesempatan untuk menang dalam pertandingan.

Kebanyakan pertahanan yang dilakukan tim bola voli adalah memblocking pukulan bola dari lawan agar bola tersebut tidak masuk. Cara memblocking bola adalah dengan meloncat sambil mengangkat kedua tangannya.

Salah satu bentuk susunan pemain yang dipersiapkan untuk bertahan dari penyerangan tim lawan adalah formasi bertahan. Sehingga bola yang dilontarkan musuh kepada pemain bisa berada dalam kendali kita.

Formasi ini juga bisa digunakan untuk serangan balik kepada musuh. Inilah dia macam-macam formasi pertahanan yang bisa dilakukan oleh kita :

1. Bendungan atau Blocking

Salah satu cara untuk menahan serangan lawan lewat smash. Biasanya dilakukan oleh satu orang, apabila pukulan tersebut tidak terlalu kencang. Dan bisa dilakukanoleh beberapa orang apabila pukulan tersebut keras dan cepat.

Ada beberapa tipe blocking yang bisa kita lakukan ketika bermain bola voli di lapangan :

  • Blocking dengan satu pemain

Memblocking serangan atau pukulan dilawan yang begitu keras. Sehingga teman lainnya tidak bisa sempat membantu dalam bentungan tersebut. Hal ini dilakukan karena membutuhkan respon yang sangat cepat.

Saat musuh melakukan pukulan yang keras, pemain yang dapat memblocking bola tersebut adalah pemain yang dekat dengan musuh tersebut.

  • Blocking Berteman

Memblocking bola yang dilontarkan musuh juga bisa dilakukan dengan sesama teman tim. Kalau sebelumnya hanya satu orang. untuk kali ini bisa dilkaukan beberapa orang.

Melakukan blocking bersama teman bisa dua orang, tiga orang atau berapapun. Yang jelas teman satu tim bukan teman yang berada di pihak musuh.

  • Blocking Tiga Pemain

Bendungan ini bisa dilakukan ketika musuh melakukan serang tajam kepada kita. Bloking ini bisa dilakukan ketika kita menghadapi lawan yang tangguh.

Lawan yang tangguh bisa memukul bola dengan akurat, keras dan tajam. Oleh karena itu, butuh beberapa teman untuk memblocking smash tersebut.

  • Formasi 3-3

Formasi ini sering digunakan ketika musuh menyerang atau memukul bola ke tengah lapangan.

Sehingga membutuhkan 3 pemain di tengah lapangan untuk menahan serangan tersebut. Tujuannya untuk menghentikan serangan tersebut dan bisa menyerang balik.

Posisi 3 pemainnya bisa menunggu bola melambung dan menyerang balik. Atau menunggu bola yang menyerang ke belakang, takutnya melakukan serangan ke belakang.

Formasi Pertahanan dalam Penerimaan Service Bola Voli

Setelah kita berhasil melakukan blocking dari seranaga lawan. Kita juga memerlukan formasi bertahan lainnya untuk mengefektifkan tim.

Inilah dia macam-macam formasi yang bisa dilakukan tim setelah mereka berhasil memblocking bola dan siap untuk menerima service bola :

1. Formasi 5-1

Formasi ini dilakukan dengan menempatkan 5 pemain lain siap menerima service dari tim lawan dan satu orang siap berperan mengumpan bola.

2. Formasi 2-4

Formasi selanjutnya yang bisa dilakukan oleh sebuah tim bola voli adalah melakukan formasi 2-4.

Formasi ini menempatkan 4 pemain sebagai penerima service. Dan dua pemain lainnya bersiap untuk menerima umpan dari penerima service. Formasi ini memberikan peluag untuk menyerang balik.

3. Membangun Serangan Balik

Apabila sebuah tim tertekan dari serangan lawan yang bertubi-tubi. Maka cara efektif untuk bisa menyerangan balik adalah dengan formasi ini.

Jadi formasi ini lebih mengutamakan pertahanan daripada penyerangan. Sehingga ketika peluang datang, bisa langsung menyerang balik.

Formasi Penyerangan

Setelah mengetahui macam-macam formasi pertahanan dalam bola voli. Maka selanjutnya, formasi yang harus kita kuasai adalah formasi pertahanan.

Formasi ini lebih mengutamakan tosser dan spiker. Ketika seorang tosser memberikan umpan yang baik kepada spiker, maka peluang spiker memasukan bola sangat tinggi.

Sebaliknya, kalau seadainya tosser memberikan umpan yang tidak pas. Bisa jadi serangan bola yang dilontarkan spiker kepada musuh tidak akurat.

Begitupun, kalau pemain spikernya tidak bisa melakukan smash yang keras. Ini juga akan memengaruhi bola yang dilontarkan musuh.

Walaupun seorang tosser memberikan umapn yang baik, tapi pemain spikernya tidak terlalu handal dalam menggunakan smash. Bisa jadi serangan tersebut akan fatal atau tidak memberikan poin.

Seorang penyeranga harus memiliki pukulan yang keras dan tajam, meloncat dengan baik dan mendarat dengan tepat. Penyerangan juga hrus mengetahui kelemahan musuh dan tidak terpaku pada satu serangan saja.

Inilah dia macam-macam formasi serangan yang bisa dilakukan oleh sebuah tim bola voli :

1. Formasi 4-1-1

Formais ini dilakukan dengan 4 orang spiker atau penyerang, satu orang tosser dan satu orang universal.

Seorang pemain universal bisa melakukan dua posisi. Ia bisa memberikan umpan kepada pemain spiker ketika posisinya memungkinkan mengumpan.

Dan ia juga bisa melakukan smash ketika bola yang berada di depannya memberi kesempatan untuk menyerang.

Pemain universal ini harus memiliki kekuatan smash yang lebih keras dibandingkan pemain tosser. Inimal bisa sama dengan pemain-pemain spiker lainnya.

2. Formasi 5-1

Formasi ini hanya membutuhkan satu pemain tosser saja. Ketika pemain tosser berada di depan, maka ia bisa memberikan umpan kepada dua pemain yang berada di depan.

Dan ketika tosser berada di belakang, ia bisa memberikan umpan kepada tiga penyerang yang berada di belakangnya.

Formasi ini membutuhkan stamina yang baik untuk pemain tosser. Dan formasi ini bisa berubah-rubah tergantung kondisi di lapangan.

3. Formasi 4-2

Formasi ini akan dilakuakn oleh dua pemain tosser dan 4 pemain spikker. Pemain tosser akan berada di depan dan di tengah.

Apabila bola diumpan oleh pemain tosser yang berada di depan. Maka ia akan mengumpan bola kepada dua spikker yang berada di depan.

Dan ketika bola yang diumpan oleh pemain tengah. Maka yang akan melakukan smash adalah pemain spiker yang berada di belakang.

Formasi inilah yang sering digunakan oleh tim bola voli. Karena memang lebih efektif untuk melakukan pertahanan dan juga penyerangan.

Nah itulah dia macam-macam formasi yang bisa dilakukan oleh tim bola voli. Permainan bola voli ini adalah permainan yang sangat dicintai masyarakat. Tak hanya anak muda saja yang bermainnya, akan tetapi orang yang sudah diatas 30 tahunan juga masih tetap bermain bola voli.

Intinya, permainan ini adalah permainan yang dicintai masyarakat. Mungkin di kampung anda juga bisa terlihat jelas. Betapa permainan ini di mainkan oleh semua kalangan.

Mudah-mudahan artikel ini bisa membantu anda dalam mencari informasi yang anda inginkan dan bisa memberikan manfaat.

Salam Olahraga

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *