Pengertian dan Penyebab Offside

1 Like Comment
offside, pengertian offside

Pengertian dan Penyebab Offside – Menonton bola akan terasa menyenangkan apabila kita bisa menyaksikannya bersama keluarga di rumah.

Tentu keluarga yang akrab dengan sepak bola akan sama-sama antusias dalam menyaksikan pertandingan spakbola, baik itu di tv ataupun secara langsung.

Nah, banyaknya kita menyaksikan bola tentu tidak akan jauh dengan kata offside. Disaat seorang striker membawa bola, lalu di depan di over ke temannya, tapi tiba-tiba peluit wasit di bunyikan.

Nah, saat terjadi seperti itu, bagi para pecinta bola sudah tidak asing lagi. Karena waktu itu sedang terjadi offside. Tapi bagi para pemula yang melihat situasi seperti itu, akan menjadi aneh. Kok bisa terjadi seperti itu?

Pada artikel kali ini, saya akan membahas secara detail tentang pengertian offside dan bagaimana caranya bisa terjadi offside. Oleh karena itu mari kita pahami bersama-sama.

Pengertian Offside

pengertian dan penyebab offside
Gambar via smartstriker.com

Situasi yang terjadi saat pemain diberikan bola oleh temannya dekat dengan garis gawang lawan dan lebih maju dibandingkan pemain lawan lainnya, itu disebut dengan offside.

Pengertian lainnya adalah apabila ada pemain kawan yang berdiri di daerah lawan lalu menerima umpan bola dari kawan lainnya dengan posisi lebih depan dari lawan juga disebut offside.

Terjadinya offside biasanya pemain hanya berhadapan dengan penjaga gawang saja tanpa ada lawan satu pun yang sejaja dengannya. Lalu kemanakan lawan? Saat itu mereka berada di belakang dia.

Pemain akan dikatakan offside apabila tidak sengaja mengenai atau menendang bola hasil sepakan kawannya dan bola masuk ke gawang lawan. Saat itu kiper hanya berdiri seorang diri.

Nah itulah dia pengertia offside. Setelah anda mengetahui apa itu offside, tentu anda juga penasaran dari mana asal usul peraturan ini datang. Nah mari kita bahas bersama-sama.

Pengertian dan Penyebab Offside

offside
Gambar via bolatory.com

Sejak tahun 1800-an Rugby telah memiliki sistem offside yang kemudian di adopsi ke sepak bola. Offside ini pertama kali digunakan dalam pertandingan sepak bola pada tahun 1985.

Pada waktu itu salah satu klub sepak bola, yaitu Saffield FC mengusulkan kepada panitia untuk melarang pemain penyerang berdiri di dekat area gawang lawan.

Posisi offside pada waktu itu berlaku saat penyerang yang berdiri di depan gawang tersebut mendapati umpan dari kawan nya. Sehingga memudahkan ia dalam memasukan gawang ke daerah lawan.

Dalam beberapa sejarah tercatat, ada beberapa kali perubahan aturan offside, dikarenakan ketikda jelasannya aturan mengenai offside tersebut. perubahan-perubahan itu adalah

  • Aturan Tiga Pemain di Belakang

Walaupun  di depan pemain ada 3 lawan termasuk kiper sedang berdiri, akan tetapi pada peraturan ini posisi pemain dinyaatakan offside. Karena ketatnya oeraturan ini, banyak pemain yang dinyatakan offside.

  • Aturan Dua Pemain di Belakang

Asosiasi sepakbola skotlandia adalah yang pertama kali mengusulkan peraturan ini. pada tahun 1904 FIFA mulai di dirikan.

Apabila ada dua pemain lawan berada di belakang baik itu pemain bek dan penjaga gawang atau siapapun, yang jelas ada dua orang maka pemain tersebut dinyatakan offside.

Akan tetapi, peraturan ini, masih banyak ditentang oleh para pecinta sepak bola.

  • Aturan Satu Pemain di Belakang

Aturan yang sampai saat ii digunakan adalah saturan satu pemain lawan yang berada di belakang. Pemain tersebut adalah penjaga gawang.

Seorang pemain dikatakan offside, apabila hanya menyisakan satu pemain aja di depannya, yaitu kiper, lalu pemain tersebut mendapat umpan dari kawannya, maka pemain tersebut dinyatakan offiside.

Peraturan ini digunakan sampai sekarang, karena peraturan ini memang untuk pertandingan sepak bola.

Nah, itulah dia pemaparan tentang Offside yang ada dalam pertandingan sepak bola. Semoga pembaca bisa mendapatkan informasi yang dicari dan bisa digunakan dalam bermain sepak bola sehari-hari.

Salam Olahraga!

You might like

About the Author: Yusup Susanto

Seorang Mahasiswa tingkat akhir di Universitas Siliwangi Tsikmalaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *