transistor darlington
Komponen Elektro

Transistor Darlington

Transistor Darlington – Salah satu komponen yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah Transistor Darlingtorn.

Transistor darlington adalah rangkaian elektronika yang dibuat dari pasangan bipolar, yaitu PNP dan NPN.

Pasangan transistor ini tersambung secara seri atau tandem agar mendapatkan gain atau penguatan yang tinggi karena bertindak sebagai transistor tunggal.

Transistor ini mendapatkan penguatan yang tinggi karena hasil penguatan yang berasal dari transistor pertama di kuatkan kembali oleh transistor kedua.

Transistor ini berupa dua buah transistor yang terpasang secara satu perangkat tunggal atau secara individu.

Satu perangkat tunggal untuk komponen ini dibuat secara komersial dalam satu kemasan paket yang memiliki tiga kaki.

Tiga kaki standar yang ada pada komponen ini adalah kolektor, emitor dan basis. Tiga kaki ini telah diintegrasikan dalam satu komponen.

Salah satu manfaat dari komponen ini adalah penggunaan ruangan yang sangat kecil sehingga dapat membentuk sebuah konfigurasi yang sama.

Sedangkan transistor biasa membutuhkan ruangan yang agak luas dan tidak dapat membentuk konfigurasi yang sama.

Penulisan notasi

 adalah penulisan dari penguat arus listrik atau gain pada transistor darlington.

Dinamakan dengan darlington karena dihubungkan pada penemu pertama transistor ini. Nama penemu transistor ini adalah Sidney Darlington yang ketika itu ia sedang bekerja di Laboratorium Bell Amerika Serikat.

Sejarah Penemuan Transistor Darlington

Sebagaimana telah saya sebutkan, bahwa orang yang pertama kali menemukan transistor ini adalah Sidney Darlington.

Ia telah berhasil menemukan transistor yang berbeda. Dimana penemuannya ini telah mendapatkan hak paten.

Pada tahun 1953 tepat saat ditemukannya transistor darlington, komponen ini banyak digunakan pada pembuatan sirkuit terpadu (Integrated Circuits atau IC) chip.

Salah satu rangkaian yang mirip dengan komponen ini adalah transistor Sziklai. komponen tersebut sama terdiri dari pasangan PNP dan NPN.

Rangkaian Sziklai sering disebut sebagai Complementary darlington atau kita sering menyebutnya kebalikan dari darlington.

Konfigurasi Dasar Transistor Darlington

Transistor darlington adalah salah satu transistor yang tersusun dari dua bipolar dengan salah satu kakinya emitor untuk menghubungkan transistor satu ke transistor dua.

Dengan adanya penghubung tersebut, maka transistor bisa mendapatkan penguatan yang tinggi.

Transistor darlington memiliki sifat yang unik, dimana ia seolah-olah menjadi transistor tunggal yang mempunyai penguatan tinggi.

Penguatan total yang dihasilkan dari transistor ini dapat dihitung dengan rumus di bawah ini.

transistor darlington

dan

transistor darlington

Rumus diatas tidak berlaku apabila rangkaian digunakan pada mode tunggal emitor, karena nilai Rnya nol. Rumus yang digunakan untuk mode tunggal emitor adalah sebagai berikut

dan

komponen ini memiliki penguatan total yang bisa mencapai 1000 kali atau lebih dari itu.

Walaupun transistor darlington berbeda dengan biasa, akan tetapi secara fisik luarnya sama dengan transistor biasa.

Transistor biasa memiliki tuga buah kaki, basis, emitor dan kolektor. Begitupun dengan transistor darlington.

Adapun perbedaanya adalah transistor darlingtor memiliki tegangan listrik yang lebih besar dan secara umum ditentukan oleh jumlah kedua tegangan transistor tersebut.

Adapun rumus untuk menghitung tegangan transistor bisa lihat di bawah ini :

VBE = VBE1 + VBE2

Contoh Perhitungan

Untuk menyalakan lampu holagen, dua  transistor telah dihubungkan dalam bentuk pasangan darlington dengan nilai 3V/25W. Jika penguat pertama pada arus maju dari sebuah transistor adalah 10 dan pada transistor duanya 30.

Berapa arus maksimum yang dibutuhkan oleh basis transistor untuk menyalakan lampu tersebut dengan ON sepenuhnya ?

Ic = I lamp

I lamp = P/V = 25/3 = 8,33 A

Untuk menghitung basis gunakan persamaan diatas ;

β1 = 10

β2 = 30

rumusnya adalah

Ic = (β1 + (β1 x β2) + β2) x IB

IB = Ic/ (β1 + (β1 x β2) + β2 )

IB = 8,33/ (10 + (10 x 30) + 30 )

Maka IB = 8,33/340

Hasilnya IB = 25 mA

Jadi arus basis yang dibutuhkan oleh transistor adalah 25 mA.

Kelebihan dan kekurangan

komponen yang sedang kita bahas ternyata memiliki kekurangan dan kelebihan, diantaranya :

Kekurangan

  • Bandwith yang dimiliki sempit
  • Memiliki kecepatan swicthing yang lambat
  • Tegangan base yang dimiliki emitor tinggi
  • Pada aplikasi tertentu akan terjadi tingkat disipasi daya yang tinggi karena disebabkan oleh tegangan saturasi yang tinggi.

Kelebihan

  • Impedansi input yang dimiliki tinggi
  • Konfigurasi rangakaian sangat nyaman dan mudah
  • Penguat arus yang dimiliki oleh transistor tinggi

Nah itulah dia pembahasan artikel kali ini. Mudah-mudahan artikel ini membantu apa yang anda cari dan inginkan. Dan bisa memberikan tambahan ilmu.

Apabila ada keliru dalam teori atau rumus bisa anda komen di bawah ini.

Latest posts by Yusup Susanto (see all)

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *